This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 23 Mei 2012

pantai Lovia

Lovina Homes - Property and realestate listings for North Bali

LovinaHomes.com is real estate agency, located in central Lovina. We offer a variety of land, homes, businesses and property for sale in and around the north Bali region. Please take a look at our Profile Page to learn more about our company.
A little about Lovina, Bali...

Lovina is located in the north of Bali about 6 kilometers west of Bali's second largest city, Singaraja in the regency of Buleleng.

Lovina is famous for the dolphins which you can see swimming early in the morning, but it is not just the dolphins that makes Lovina a great place to live or buy property. Lovina is just a two to three hour scenic drive from Kuta. Many tourists and retirees are starting to discover the magic and peacefulness of the north of Bali, with its quiet beaches and beautiful sunsets.

The south of Bali is becoming overcrowded, polluted and full of traffic jams. The north of Bali doesn't have these problems and people are starting to realize the benefits of moving to the north.

Property prices are also still fairly affordable in the north, than compared with the south. There are some great beach front properties available, facing the Bali Sea. Also just a few kilometers out of central Lovina you can head up into the nearby hills and buy a hill top villa or vacant land with beautiful views of the sea and across to Java.

While Lovina doesn't have as much shopping opportunities as the south of Bali, there are two Hardy's stores in Singaraja and one in nearby Seririt.

Seririt is another up and coming area for property investors and developers.

If you need any information about Lovina or buying property in the area, please do not hesitate to contact us. Click here for our guide to living in Lovina.

3.budaya Hindu Bali

Budaya Bali dan Hindu

Facebook
Kericau

Mar 25, 2012
Bali , Wisata

8
Budaya Bali dan Hindu
[Translate]

Bali adalah sebuah pulau penuh dengan budaya, terutama di Ubud di mana kami menetap untuk setidaknya tahun depan. Kadang-kadang disebut "Tanah seribu candi," Bali secara harfiah memiliki puluhan ribu kuil dan tempat suci di pulau itu, dan sebagian besar keluarga bahkan memiliki kuil mereka sendiri dalam kompleks perumahan mereka, biasanya didedikasikan untuk nenek moyang mereka. Dengan persembahan suci untuk para dewa ditempatkan di pintu masuk pintu setiap setiap bangunan (termasuk rumah-rumah dan hotel), dan masing-masing tempat suci yang memerlukan penghormatan tiga kali per hari, Anda tidak bisa pergi jauh di Bali tanpa melihat tradisi yang kaya agama dipraktekkan dengan tekun oleh rakyatnya, selalu mengenakan sarung berwarna cerah, kebaya, dan ikat pinggang (dan topi untuk pria).

Bahkan, ada beberapa pura di vila kami tinggal di dan masing-masing perlu memiliki penawaran ditempatkan di depan pagi, tengah hari, dan malam hari. Untungnya, layanan yang termasuk dalam sewa.

Meskipun Indonesia adalah negara Muslim, Pulau Bali adalah Hindu, dan tradisi Bali yang telah bercampur dengan tradisi Hindu dan Buddha untuk menghasilkan budaya yang unik dan indah tidak menemukan tempat lain di dunia. Dengan ibu saya di sini untuk mengunjungi kami untuk beberapa minggu, kami telah mengambil kesempatan untuk mengalami rasa budaya ini, dan bahkan berpartisipasi dalam beberapa upacara suci.

Berikut adalah ringkasan singkat dari beberapa pengalaman budaya kami selama beberapa minggu terakhir.

Karena kita memiliki ruang ekstra di villa, kami mengundang ibu saya ke Bali untuk ulang tahunnya, dan mengejutkannya dengan mengatur untuk penari Bali untuk datang dan melakukan beberapa tarian tradisional, termasuk tarian bunga selamat datang, prajurit tari, barong dance, dan lain, semua disertai dengan gamelan. Kami juga memiliki beberapa anak dari lingkungan tersebut datang dan bergabung dalam acara ini dan mereka menyanyikan "Happy Birthday" pada akhir ibuku. Itu adalah malam yang sangat menyenangkan dan pengalaman budaya yang menarik. Anda dapat membaca tentang hal itu secara rinci pada blog ibuku dengan gambar dan video.

Kami juga melihat parade upacara atau beberapa prosesi sementara kita sudah di sini, beberapa di kanan jalan di depan rumah kami. Dengan mengenakan pakaian tradisional mereka, orang Bali berjalan bersama ke dan dari kuil lokal secara teratur untuk upacara yang berbeda. Para wanita sering membawa kotak penuh persembahan untuk para dewa di kepala mereka, dan mereka biasanya disertai dengan alat musik atau nyanyian saat mereka berjalan. Masing-masing memiliki kuil upacara rutin dan beberapa keluarga termasuk candi ganda, begitu banyak waktu yang dihabiskan dalam mempersiapkan dan berpartisipasi dalam ritual, yang memiliki banyak makna bagi orang Bali. Anda dapat melihat pengabdian yang mendalam pada beberapa wajah, kegembiraan pada orang lain, tetapi juga kebosanan pada kesempatan. Namun, itu merupakan suatu pemandangan yang indah tidak akan terjawab jika Anda datang ke Bali.

Salah satu pengalaman kami yang paling mengharukan, pendidikan, dan spiritual yang berpartisipasi dalam Melukat ritual pembersihan, di mata air suci Tirta Empul Temple. Kami digiring melalui ritual oleh tersenyum dan mengabdikan Hindu imam (Mangku) dengan jenggot panjang dan tertawa lebar. Kami memberi persembahan, bermeditasi, berubah menjadi sarung, mandi dan minum dari mata air, dan diberkati dan dibersihkan di kuil seperti yang kita melepaskan semua yang buruk dalam hidup kita. Itu adalah hari yang luar biasa bahwa saya tidak akan segera lupa. Dan berkat ibuku, Anda dapat membaca secara detail dari ritual seluruh sini .

Selain parade, kita telah mengunjungi beberapa kuil besar dan lebih terkenal di Bali, termasuk Tanah Lot, pura yang dibangun di atas batu di laut yang dapat Anda berjalan ke rendah selama pasang. Dan juga Pura Ulun Danu di Bedugul, yang terlihat mirip dengan pagoda Cina di danau tenang.

Kami juga beruntung berada di Bali untuk Tahun Baru Bali, atau Nyepi. Beberapa hari sebelum tahun baru, kuil dari banyak kuil mendapatkan diarak ke laut di mana mereka dimurnikan. Kemudian, sehari sebelum tahun baru, warga kota membawa keluar (monster setan raksasa yang terbuat dari bambu dan kertas) ogoh-ogoh mereka yang mereka telah menghabiskan minggu persiapan, mereka melakukan parade di sekitar kota untuk musik tradisional. Malam itu, monster yang dibakar, melambangkan penghapusan semua yang negatif dan jahat dari kehidupan kita. Hari yang mengikuti adalah hari keheningan dan refleksi diri. Tidak ada lampu atau listrik yang diperbolehkan. Tidak ada yang bisa meninggalkan rumah, kecuali untuk penjaga berpatroli di jalan-jalan untuk memastikan orang-orang mengikuti aturan. Tidak bekerja, kesenangan, atau bepergian diperbolehkan. Bahkan bandara ditutup untuk hari itu. Jika aturan ini dilanggar, mereka percaya bahwa itu mengundang roh-roh jahat kembali masuk Ini hari tenang yang sempurna untuk bermeditasi, berhubungan kembali dengan diri sendiri atau orang terkasih, atau merenungkan misteri-misteri alam semesta, yang beberapa kali favorit saya masa lalu toh .

Bagian tersulit bagi saya tinggal dari komputer, tapi aku senang saya lakukan karena saya dapat terhubung lebih baik untuk dunia offline saya. Listrik dan Internet benar-benar turun untuk sementara keesokan paginya, juga, jadi aku terpaksa melanjutkan ritual itu lebih lama dari saya lebih suka. Tapi selama itu tidak terlalu banyak hari berturut-turut, saya pikir itu akan baik bagi saya untuk memiliki lebih itu Nyepi di tahun saya.

Ya, ada banyak budaya di Bali. Ini diilhami melalui setiap tingkat masyarakat mereka, dan tidak mungkin untuk dilewatkan. Saya sangat senang bahwa kami telah mampu untuk tidak hanya melihat dan belajar tentang Bali, tetapi juga mengalami dan berpartisipasi di dalamnya diri kita sendiri, dan menemukan kisah beberapa orang yang indah. Aku masih cinta pada Bali, dan saya bersemangat untuk menghabiskan satu tahun penuh di sini, setelah kami kembali dari Jepang pada Mei. Saya harap Anda menikmati video dan foto di bawah.

2.Budaya Bali Subak

"Subak" dari Bali yang Diakui UNESCO

Gambar: Subak (baliandbeyond.co.id)Gambar: Subak (baliandbeyond.co.id)
Setelah menanti selama 12 tahun, UNESCO akhirnya mengakui sistem irigasi unik milik masyarakat Bali, "Subak", sebagai bagian dari warisan dunia. Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Budaya ini menganggap Subak dapat mempertahankan budaya asli masyarakat Bali.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Windu Nuryanti, mengatakan bahwa budaya Subak dianggap memiliki Outstanding Universal Values yang berarti bahwa budaya ini memiliki nilai yang luar biasa dan masih bisa ditunjukkan bukti-buktinya sebagai bagian dari kultur hidup masyarakat Bali hingga saat ini. Selain menjadi warisan budaya yang terus diaplikasikan hingga saat ini, Subak juga memiliki nilai sosiologis, yang semakin mempererat rasa kekeluargaan masyarakat Bali.

Subak akan ditetapkan di St. Petersburg, Rusia, 20 Juni 2012 mendatang. Penetapan ini bertepatan dengan 40 tahun Konvensi Warisan Budaya Dunia. Konvensi yang telah ada sejak tahun 1972 ini merupakan pakta internasional untuk melestarikan budaya dan warisan alami yang tersebar di penjuru dunia.
Artikel Terkait

Giliran "Subak" dari Bali yang Diakui UNESCO
Danau Batur Dinominasikan Jadi Geopark Dunia Pertama di Indonesia
Cara Tepat dan Sehat Konsumsi Buah dan Sayur
Empat Kegunaan Minyak Nabati Selain Memasak
5 Manfaat Telur bagi Tubuh

Kepala Dinas Kebudayaan Bali, Ketut Suastika, mengungkapkan kepada VOA bahwa Subak masuk ke dalam dua kategori warisan budaya dunia. Pertama, Subak sebagai warisan budaya benda dengan Pura Subak, sawah, dan sistem irigasinya. Kedua, Subak sebagai warisan budaya tak benda dengan nilai-nilai sosial dan semangat gotong royong yang terdapat dalam Subak.

Pemerintah daerah Bali kini sedang mempersiapkan Peraturan Daerah (Perda) terkait perlindungan lahan pertanian. Pembuatan Perda ini sebagai bentuk keseriusan Bali dalam menjaga Subak.

Sebelum Subak, sudah ada beberapa warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO, di antaranya keris, Candi Prambanan, Borobudur, alat musik angklung, serta karinding.

Pengertian Budaya Dan Kesenian Bali

Budaya Bali dan Kesenian Ritualnya Merupakan Keseimbangan Manusia
Submitted by Ketut Oka on Sat, 12/24/2011 - 11:33

Propinsi Bali adalah suatu daerah yang memiliki luas 5.632,86 km2 yang terbagi atas delapan kabupaten.Masing-masing kabupaten terbagi dalam kecamatan-kecamatan yang seluruhnya berjumlah 50 buah di dalamnya tercakup 546 buah desa dinas, sedangkan desa adatnya berjumlah 1456 buah yang terdiri dari 3627 banjar adat. Sedangkan secara geografis desa-desa di Bali dapat diklasifikasikan atas (1).desa pegunungan yang terdiri desa dataran dan desa pantai,(2)desa perkotaan yang terdiri dari desa pinggiran kota dan desa pedalaman,(3) desa nelayan yang terdiri dari desa pertanian dan desa kerajinan. Pulau yang luasnya hanya 0,29 persen dari keseluruhan wilayah daratan Indonesia, maskipun penduduknya hanya sekitar 3,4 juta jiwa Bali memiliki kekuatan yang tidak tersaingi oleh daerah-daerah di kawasan Indonesia timur lainnya (Kompas,9 Juli 2004).

Potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh setiap kabupaten mendapat perioritas utama untuk dijadikan objek andalan untuk mendapatkan sumber devisa daerahnya.Seperti daerah-derah Kabupaten Badung yang terkenal dengan objek pariwisata pantai Kutanya dengan hiruk pikuk kehidupan malamnya dengan banyaknya berdiri hotel dari kelas yang berbintang maupun kelau melati Kota wilayah Denpasar juga memiliki objek andalan yang terkenal dengan pantai matahari terbitnya yaitu Sanur.

Sanur merupakan suatu daerah yang pada awalnya sangat subur dengan pertaniannya sehingga dengan kedatangan preseiden pertama Indonesia ke daerah ini, maka segeralah mulai di bangun hotel yang tertinggi di Bali pada saat itu. Dulu nama hotel tersebut adalah Bali Beach dan sekarang sudah berubah menjadi Grand Bali Beach. Disamping itu sekarang sudah mulai banyak berdiri hotel yang berkelas maupun tidak .

Gianyar dengan objek andalannya sebagai pusat kerajinan dan keseniannya. Daerah Gianyar ini telah menjadi tempat yang menyenangkan bagi wisatawan asing yang menyukai “ART” Karena daerah ini di samping barang kesenian dan kerajinannya juga banyak seniman-seniman hebat baik tari, lukis, patung, karawitan dan crafnya. Sedangkan daerah kabupaten yang lainnya juga memiliki objek andalan namun untuk kunjungan wisatawan asing baik luar maupun domistik sebagai sumber devisa daerah masih dibawah tiga derah yang disebutkan di atas. Sebagai daerah kunjungan wisata Bali telah menempatkan posisinya sebgai pintu gerbang utama untuk pergaulan dunia, hal ini bisa terlihat pada tahun 1920-an Bali sudah melakukan interaksi kebudayaan secara intensif dengan kebudayaan Barat. Kontak dengan kebudayaan Barat telah memberikan semacam sentuhan impulsif untuk lebih membangkitkan potensi serta menjadi landasan bagi perkembangan kebudayaan Bali di masa-masa selanjutnya. Prodak kebudayaan Bali setelah mengalami interaksi dengan kebudayaan Barat tampak agak beda dengan produk-produk sebelumnya,misalnya dalam seni rupa, arsitektur, tari dan lain-lainnya.

Seniman-seniman Bali mulai menghasilkan bentuk-bentuk baru yang khas, maskipun tidak terlepas dari akar budayanya. Salah satu contoh, sebelumnya kesenian Bali hanya ditujukan untuk kepentingan agama, tetapi sejak tahun 1930-an kesenian Bali sudah mulai disajikan untuk sekuler. Hal ini dapat dilihat dari karya-karya seniman lukis dan patung yangmana mulai berani mengangkat tema kehidupan sehari-hari ke dalam kerya-karyanya. Disamping itu pada tahun 1920-an Bali telah menjadi tempat kajian dari orang-orang barat, bahkan mereka menetap di pulau ini dengan waktu yang lama. Dan menetap serta berbaur bersama dalam kehidupan kebudayaan penduduk setempat sambil menggali dan mengembangkan potensi kebudayaan setempat dan memberi sentuhan dengan kebudayaan Barat yang mereka bawa. Adapun orang barat yang menjadi pionir interaksi kebudayaan Barat dengan kebudayaan Bali ,salah satunya adalah Welter Spies. Orang inilah yang pertama kali membawa kesenian Bali pada tahun 1930 keliling Eropa.

Interaksi kebudayaan yang terjadi di Bali baik yang dibawa oleh orang Barat dengan kebudayaannya dan kebudayaan pribumi lebih menunjukkan sifat pleksibel dan adaptatif, senantiasa mampu menerima dan mengolah unsure-unsur Barat(asing) didalam rangka memperkaya kebudayaannya sendiri tanpa harus melenyapkan kepribadian sendiri. Salah satu contoh ragam hias tradisional Bali diperkaya oleh Patra Cina, Patra Mesir, Patra Welanda). Bahkan yang paling penting dalam interaksi budaya tersebut dapat membentuk ketahanan budaya yang membangkitkan local genius dari kebudayaan Bali. (Mc Kean,Philip Frick.p.63). Kalau kita berbicara budaya sebenarnya itu merupakan sebuah istilah yang sampai sekarang masih banyak yang memperdebatkan baik dari segi konsep maupun kajiannya. Hal ini disebabkan karena setiap negara didunia memiliki karakteristik masing-masing.

Dalam kesempatan ini saya juga tidak akan ikut memperdebatkan mana konsep kebudayaan yang benar. Untuk itu ada dua teori yang bisa kita pakai sebagai reprensi tentang apa itu kebudayaan dan unsure-unsur apa saja yang ada dalam kebudayaan itu. Kata kebudayaan berasal dari kata sanskerta yaitu “buddhayah”, ini meruypakan bentuk jamak dari kata “buddhi” yang berarti “akal”. Sedangkan menurut Zoetmulder dalam buku Cultuur,Oost en West Amsterdam.1951 dijelaskan bahwa kebudayaan itu adalah suatu perkembangan dari majemuk “budi-daya”, yang artinya daya dari budi, kekuatan dari akal. Sedangkan Edward Burnett Tylor seorang Bapak ilmu antropologi modern mendifinisikan kebudayaan yang berarakar dari kata budaya sebagai berikut : That complex whole which includes knowledge, belief ,art, morals, law, custom, and any oder capabilities and habits acquired by man as a member of society”[1]. (kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks yang meliputi pengetahuan,kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat, dan setiap kemampuan dan kebiasaan lainnya diproleh manusia sebagai anggota masyarakat) Banyak sekali para ahli dari beragam ilmu mencoba membuat sebuah konsep tentang difinisi kebudayaan. Dimana pada tahun 1952 sudah terkumpul 160 konsep tentang difinisi kebudayaan yang diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Culture,A Critical Review of Concepts and Definistions[2].

Dari sekian banyak konsep tentang difinisi kebudayaan penulis lebih cendrung mempergunakan difinisi yang di ungkapkan oleh Koentjaraningrat yaitu kebudayaan adalah sebagai keseluruhan system gagasan,tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Dari difinisi tersebut ternyata kebudayaan memiliki unsure–unsur yang sangat universal,hampir semua negara di dunia ini memiliki unsure-unsur tersebut seperti adanya:

1. Sistim relegi dan upacara keagamaan.
2. Sistim organiasi kemasyarakatan.
3. Sistim pengetahuan
4. Bahasa.
5. Kesenian.
6. Sistim mata pencaharian.
7. Sistim teknologi dan peralatan.

Dari ketujuh unsure-unsur kebudayaan ini ada yang sukar kena pengaruh dari kebudayaan lain dan ada yang sangat mudah berobah karena diganti dengan kebudayaan-kebudayaan lain. Kalau dilihat dari struktur baik dalam maupun luar tampak beberapa ciri yang melekat dalam kebudayaan Bali,dia lebih cendrung menunjukkan diri sebagai kebudayaan yang ekspresif, karena ada ruang yang luas dan sangat memberikan kemungkinan untuk berkembang secara variatif. Hal ini disebabkan karena struktur dalam menjadi esensi perpaduan yang utuh antara tradisi dan agama Hindu yang berintikan nilai relegi estetika, dan solidaritas. Nilai-nilai inilah merupakan suatu gambaran kalau kebudayaan Bali lebih merefleksikan diri sebagai kebudayaan ekpresif. Sedangkan dalam struktur luar kebudayaan Bali tentunya dibentuk dan dijiwai oleh struktur dalam.

Dalam perjalanan kebudayaan Bali senantiasa diwarnai oleh proses adaptasi serta respon dinamis dari masyarakat Bali terhadap perkembangan yang terjadi di lingkungannya. Sehingga struktur luar kebudayaan Bali memperlihatkan keragaman bentuk dan variasi sesuai dengan adegium desa, kala, patra (tempat, waktu, keadaan) Ada beberapa konsep yang membangun dan melandasi struktur perkembangan kebudayaan Bali yang sampai sekarang ini masih tetap menjadi acuan bagi masyarakat Bali. Diantaranya adalah:

1. Dualistik (rwa bhineda) Dalam konsep ini,kehidupan yang dijalani oleh masyarakat Bali sangat menyadari tentang adanya kehidupan baik dan buruk , sacral dan profan hulu dan hilir dan seterunya dua yang berbeda ini akan selalu hidup berdampingan dalam kehidupan manusia di dunia ini.Dalam kitab sarasmuscaya.p.3. disebutkan bahwa manusia lahir sudah membawa hokum rwa bineda dalam dirinya yaitu dengan memiliki tangan kiri dan tangan kanan, sifat baik dan buruk itulah keseimbangan dunia mikrokosmos tubuh manusia,mampu menyatukan kekuatan yang berbada itulah sebenarnya kekuatan yang hakiki.

2. Keselarasan. . Masyarakat Bali yang tinggal di Pulau Bali maupun yang tinggal diluar pulau Bali masih konsisten menjalankan tata aturan dalam pelaksanaan upacara ke agamaan. Sebagai pemeluk agama Hindu ,masyarakat Bali memiliki pandangan bahwa kehidupan ini didasarkan atas azas kebersamaan dan azas berbakti pada Tuhan,Alam ,masyarakatnya. Dengan azas kebersamaan tersebut mendorong manusia untuk berorientasi kepada sesamanya, sedangkan azas berbakti menumbuhkan loyalitas untuk mengabdi .Sesuai dengan keyakinan masyarakat Bali, bahwa rasa rasa bakti itu diwujudkan dalam bentuk yadnya yang ditujukan kepada Tuhan/Hyang Widhi Wasa, kepada sesama manusia serta mahluk lainnya, serta ditujukan kepada alam lingkungannya. Konsep ini merupakan pengejawantahan dari filsafat trihitakarana. Yang artinya kehidupan ini tidak hidup sendiri, melainkan dikelilingi oleh komunitinya yang disebut dengan system makrikosmos dimana manusia merasakan dirinya hanya sebagai suatu unsure kejil saja yang ikut terbawa oleh proses peredaran alam semesta yang maha besar (Geria,1980,11-12). Yang menjadi tata kehidupan masyarakat Bali ,baik secara individual maupun kolektif sangat meyakini adanya pancasrada adalah lima keyakinan hidup dalam masyarakat Bali yang terdiri dari:

* Keyakinan terhadapTuhan/ Hyang Widhi Wasa dalam agama Hindu ,Hyang Widhi /Tuhan adalah pencipta, pemelihara dan pelebur untuk kembali kealam semesta,sering disebut dengan trikona yaitu utpati,stiti,dan pralina dan keyakinan ini dalam satu kesatuan dinyatakan dengan tempat pemujaan yang disebut dengan Kahyangan Tiga yaitu pura Desa, pura Puseh, dan pura Dalem. (pura adalah nama suatu tempat pemujaan ).
* Keyakinan terhadap atman. Manusia yang diciptakan oleh Tuhan akan hidup dan berkembang dan sujud kembali kepada-Nya, artinya manusia adalah mahluk social yang reliqius, tidak akan bisa hidup menyendiri, melainkan saling memerlukan bantuan sesamanya tat twam asi (dia adalah engkau) ini yang menjadi landasan tata kehidupan didalam menuju harmonisasi yang dilakukan oleh masyarakat Bali ,untuk menyikapi pergaulan antar umat manusia, baik secara individu maupun secara berkelompok
* Keyakinan terhadap hukum karma. Kita semua tahu bahwa hukum ini adalah hukum perbutan yang dilakukan oleh manusia, jelek buruknya perbuatan manusia maka hasilpun akan seperti itu(pahala). Menurut tata susila kepercayaan masyarakat Bali,untuk menciptakan ketertiban dan kerukunan hidup bermasyarakat, sangat perlu adanya norma-norma seperti:norma keseusilaan, norma kesopanan, norma hukum dan norma agama. Keseluruhan norma-norma ini mendorong seseorang untuk berbuat baik dan menghindari dari perbuatan yang tidak baik, kerana menurut hukum karma, pahala dari perbuatan itu akan mempengaruhi kehidupan manusia baik di masa hidupnya sekarang, maupun pada kehidupannya yang akan datang.
* Keyakinan terhadap penitisan kembali. Di dalam kitab sarasmuscaya p.9.disebutkan agar manusia berbuat baik untuk menebus perbuatan yang tidak baik. Ini berarti manusia harus mampu menolong dirinya sendiri dari neraka [3]. Untuk dapat berbuat sesuatu, manusia memerlukan tempat atau ruang yaitu alam sebagai tempat aktifitas kehidupan, alam juga sebagai tempat akhir kehidupan jasmani kita akan kembali ke alam .Pertalian yang erat ini menimbulkan rasa cinta tanah air dan rasa cinta terhadap tanah kelahirannya.Sehingga orang Bali pada umumnya berorientasi serta mempunyai ikatan batin kepada desa kelahirannya.(Kompas edisi kamis,15 Juli04).
* Keyakinan terhadap Moksa. Dengan adanya pandangan keyakinan terhadap penitisan kembali ini, maka dapatlah diciptakan kehidupan yang nyaman, aman, tentram, tertib dan rukun antar sesama baik manusia dengan Tuhannya , manusia dengan manusia, manusia dengan alamnya akan dapat memberikan motivasi munculnya ketenangan batin .Dengan ketenangan batin inilah jalan utama ke arah ketenangan jiwa untuk menuju moksa.(Moksa adalah melepaskan diri dengan ikatan duniawian)

3. Solidaritas. Masyarakat Bali yang tinggal di Pulau Bali maupun diluar Bali sangat menyadari tentang arti penting penekanan kebersamaan bukan dalam tatanan konsep teoritis ,tetapi dalam aplikasi yang sinergis baik antar individu maupun kelompok dengan dibentuk Banjar yang sekup lebih luas dan tempek sekupnya lebih kecil. Ada beberapa pendapat menyebutkan bahwa Banjar dapat berarti pengawas (Goris ,1954,p.61), baris atau lingkungan (Wojowasito,1973,p.200).Banjar dalam pengertian desa adat di Bali adalah sekelompok masyarakat yang lebih kecil dari desa adat dan menjadi bagian dari desa adat serta merupakan persekutuan hidup social, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah. Sedangkan tempat untuk melakukan aktifitas bersama ini disebut Bale-Banjar[4] . Tempek persekutuan hidup social yang sekupnya lebih kecil dari Banjar,namun ia masih dibawah koordinasi Banjar. Kesadaran untuk saling memahami satu sama lain dalam satu Banjar maupun dalam satu tempek sangat menekankan rasa kebersamaan .

4. Desa Kala Patra. Dalam konsep ini lebih menunjukkan penerimaan terhadap kenyataan hidup bahwa dalam keseragaman ada keragaman, dalam kesatuan pasti ada perbedaan.Begitu juga dalam kebudayaan Bali ada kesamaan bahasa dan agama, namun bentuk dan isi kebudayaannya sangat kaya dengan variasi. Maksudnya bahwa kebudayaan Bali sangat cepat mengadaptasi sesuai dengan lingkungan ia tidak stagnasi namun berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat pendukung kebudayaannya.

Kita sudah sering mendengar baik dari obrolan teman atau sahabat bahkan sampai membaca media apakah itu lewat televisi, Koran bahkan internet tentang keragaman dan kekayaan seni budaya Bali yang sampai sekarang masih tetap hidup keberadaannya. Agama dan seni begitu menyatu dari kehidupan masyarakatnya,tidak ada perayaan upacara keagamaan tanpa menghadirkan keseniannya. Seni yang selalu bertautan dengan agama ini disebut dengan seni wali, sedangkan yang hanya sebagai pelengkap upacara adalah seni bebali, yang lebih khusus untuk menghibur masyarakatnya disebut seni bali-balihan.Aktifitas kesenian oleh masyarakatnya dianggap penting. Hal ini sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Ruth Benedict(1934), bahwa kegiatan-kegiatan bersifat ritual merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Kegiatan-kegiatan ritual ini merupakan warisan yang sudah lama berada dan berkembang dalam masyarakat Bali sekarang.

Keneth Macgowan dan William Melnitz p.2(1962) mengatakan , manusia purba percaya bahwa menirukan perbuatan manusia, binatang, ataupun gerak-gerak alam mempunyai kekuatan magi. Kekuatan magi yang semacam ini lazim disebut magi simpatetis (sympathetic magic). Pada jaman masyarakat primitif apabila akan berburu, untuk mendapatkan kekuatan magic agar berhasil buruannya, ia melakukan gerak-gerak menirukan orang sedang berburu, yakni dengan menggerak-gerakkan tombaknya secara ritmis dan kadang-kadang sering pula diiringi oleh tetabuhan gendang. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa masyarakat Bali masih memwarisi seni ritual yang dilakukan oleh masyarakat jaman pra Hindu. Dapat saya berikan contoh , yaitu di daerah Bali Aga (Bali Asli) yang masih melestarikan kebudayaan pra Hindu ini sebagaian besar pertunjukan kesniannya berfungsi ritual. Bagitu juga yang terdapat di desa Trunyan yang terletak dipinggir Danau Batur misalnya terdapat pertunjukan drama tari topeng yang disebut topeng Brutuk (I Made Bandem. P.3 (1981), Bryl de Zoeta dan Walter Spies.p.12.(1938).

Profesor Danandjaya .p.402-407.(1980),menjelaskan bahwa drama topeng Brotuk itu menggambarkan perkawinan (hubungan sek) antara Ratu Sakti Pancering Jagat dengan permaisurinya Ratu Ayu Pingit Dalam Dasar.Hal ini merupakan drama ritual untuk kesuburan. Begitu juga dalam pertunjukan barong ngelawang ada yang berfungsi ritual mengusir roh jahat atau penolak bala dalam masyarakat dan ada yang berfungsi sebagai kesuburan pertanian. Begitu juga denganpertunukan ritual topeng Sidha Karya dan wayang Kulit.. Dalam era global ini masyarakat Bali khususnya pekerja seni dalam menyikapi arus pariwisata , maka terciptalah pertunjukan-pertunjukan ritual, pada hal ini semua adalah copy dari ritual yang sesungguhnya. Yang tidak memiliki keterkaitan dengan kepentingan dan kebutuhan ritual masyarakat. Paktor komersial dan kebutuhan ekonomi menyebabkan copyan seni ritual ini tercipta.

oleh Ida Bagus K. Sudiasa
---------------------------------------------
Daftar Pustaka
A.L.Kroeber and Clyde Kluckhom.Culture.Ter.Pandam Guritno.Dalam Wayang Kebudayaan Indonesia Pancasila .Universitas Indonesia.1988.
Benedict,Ruth .Patterns Of Culture .New York:The New York America Library.1934.
Bandem,I Made and Fredirik Eugene de Boer.Kaja and Kelod:Balinese Dance In Trantition.Kuala Lumpur:Oxford University Press.1981.
Danandjaya,James.Kebudayaan Petani Desa Trunyan di Bali.Jakarta:Pustaka Jaya.1980.
Gerya Wayan.Sistim Gotong Royong ,Analisa dari Segi tata Nilai,Dinamika dan Artinya Bagi Pembangunan Pura.Universitas Udayana Bali.1980.
Morton H.Fried(ed).Reading In Antropology.New York: Thomas Y.Copwell Company.1965.
Soedarsona. Beberapa Catatan tentang Tari Pertunjukan Indonesia.Yogyakarta:Konservatiri Tari Indonesia Yogyakarta.1974.
Soedarsono.Membina Pengembangan Mutu Seni Dalam Meningkatkan Dunia Kepariwisataan:Laporan Seminar Pembinaan Kebudayaan dan Pengembangan Kepariwisataan Jakarta.Proyek Sasana Budaya Jakarta.Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan .1978.

1. Budaya Ngaben Bali

Upacara Ngaben Bali
Indotoplist.com : Ngaben adalah upacara penyucian atma (roh) fase pertama sbg kewajiban suci umat Hindu Bali terhadap leluhurnya dengan melakukan prosesi pembakaran jenazah. Seperti yg tulis di artikel ttg pitra yadnya, badan manusia terdiri dari badan kasar, badan halus dan karma. Badan kasar manusia dibentuk dari 5 unsur yg disebut Panca Maha Bhuta yaitu pertiwi (zat padat), apah (zat cair), teja (zat panas) bayu (angin) dan akasa (ruang hampa). Kelima unsur ini menyatu membentuk fisik manusia dan digerakan oleh atma (roh). Ketika manusia meninggal yg mati adalah badan kasar saja, atma-nya tidak. Nah ngaben adalah proses penyucian atma/roh saat meninggalkan badan kasar.
Upacara Ngaben Bali
Ada beberapa pendapat ttg asal kata ngaben. Ada yg mengatakan ngaben dari kata beya yg artinya bekal, ada juga yg mengatakan dari kata ngabu (menjadi abu), dll.

Dalam Hindu diyakini bahwa Dewa Brahma disamping sbg dewa pencipta juga adalah dewa api. Jadi ngaben adalah proses penyucian roh dgn menggunakan sarana api sehingga bisa kembali ke sang pencipta yaitu Brahma. Api yg digunakan adalah api konkrit untuk membakar jenazah, dan api abstrak berupa mantra pendeta utk mem-pralina yaitu membakar kekotoran yg melekat pada atma/roh.

Upacara Ngaben atau sering pula disebut upacara Pelebon kepada orang yang meninggal dunia, dianggap sangat penting, ramai dan semarak, karena dengan pengabenan itu keluarga dapat membebaskan arwah orang yang meninggal dari ikatan-ikatan duniawinya menuju sorga, atau menjelma kembali ke dunia melalui rienkarnasi. Karena upacara ini memerlukan tenaga, biaya dan waktu yang panjang dan besar, hal ini sering dilakukan begitu lama setelah kematian.

Untuk menanggung beban biaya, tenaga dan lain-lainnya, kini masyarakat sering melakukan pengabenan secara massal / bersama. Jasad orang yang meninggal sering dikebumikan terlebih dahulu sebelum biaya mencukupi, namun bagi beberapa keluarga yang mampu upacara ngaben dapat dilakukan secepatnya dengan menyimpan jasad orang yang telah meninggal di rumah, sambil menunggu waktu yang baik. Selama masa penyimpanan di rumah itu, roh orang yang meninggal menjadi tidak tenang dan selalu ingin kebebasan.

Hari baik biasanya diberikan oleh para pendeta setelah melalui konsultasi dan kalender yang ada. Persiapan biasanya diambil jauh-jauh sebelum hari baik ditetapkan. Pada saat inilah keluarga mempersiapkan "bade dan lembu" terbuat dari bambu, kayu, kertas yang beraneka warna-warni sesuai dengan golongan atau kedudukan sosial ekonomi keluarga bersangkutan.
Upacara Ngaben Bali
Prosesi ngaben dilakukan dgn berbagai proses upacara dan sarana upakara berupa sajen dan kelengkapannya sbg simbol-simbol seperti halnya ritual lain yg sering dilakukan umat Hindu Bali. Ngaben dilakukan untuk manusia yg meninggal dan masih ada jenazahnya, juga manusia meninggal yg tidak ada jenazahnya spt orang tewas terseret arus laut dan jenazah tdk diketemukan, kecelakaan pesawat yg jenazahnya sudah hangus terbakar, atau spt saat kasus bom Bali 1 dimana beberapa jenazah tidak bisa dikenali karena sudah terpotong-potong atau jadi abu akibat ledakan.

Untuk prosesi ngaben yg jenazahnya tidak ada dilakukan dengan membuat simbol dan mengambil sekepal tanah dilokasi meninggalnya kemudian dibakar. Banyak tahap yg dilakukan dalam ngaben. Dimulai dari memandikan jenazah, ngajum, pembakaran dan nyekah. Setiap tahap ini memakai sarana banten (sesajen) yg berbeda-beda. Ketika ada yg meninggal, keluarganya akan menghadap ke pendeta utk menanyakan kapan ada hari baik utk melaksanakan ngaben. Biasanya akan diberikan waktu yg tidak lebih dari 7 hari sejak hari meninggalnya.

Setelah didapat hari H (pembakaran jenazah), maka pihak keluarga akan menyiapkan ritual pertama yaitu nyiramin layon(memandikan jenazah). Jenazah akan dimandikan oleh kalangan brahmana sbg kelompok yg karena status sosialnya mempunyai kewajiban untuk itu. Selesai memandikan, jenazah akan dikenakan pakaian adat Bali lengkap. Selanjutnya adalah prosesi ngajum, yaitu prosesi melepaskan roh dengan membuat simbol2 menggunakan kain bergambar unsur2 penyucian roh.
Upacara Ngaben Bali
Pada hari H-nya, dilakukan prosesi ngaben di kuburan desa setempat. Jenazah akan dibawa menggunakan wadah, yaitu tempat jenazah yg akan diusung ke kuburan. Wadah biasanya berbentuk padma sbg simbol rumah Tuhan. Sampai dikuburan, jenazah dipindahkan dari wadah tadi ke pemalungan, yaitu tempat membakar jenazah yg terbuat dari batang pohon pisang ditumpuk berbentuk lembu.

Disini kembali dilakukan upacara penyucian roh berupa pralina oleh pendeta atau orang yg dianggap mampu untuk itu (biasanya dari clan brahmana). Pralinaadalah pembakaran dgn api abstrak berupa mantra peleburan kekotoran atma yg melekat ditubuh. Kemudian baru dilakukan pembakaran dgn menggunakan api kongkrit. Jaman sekarang sudah tidak menggunakan kayu bakar lagi, tapi memakai api dari kompor minyak tanah yg menggunakan angin.

Umumnya proses pembakaran dari jenazah yg utuh menjadi abu memerlukan waktu 1 jam. Abu ini kemudian dikumpulkan dalam buah kelapa gading untuk dirangkai menjadi sekah. Sekah ini yg dilarung ke laut, karena laut adalah simbol dari alam semesta dan sekaligus pintu menuju ke rumah Tuhan. Demikian secara singkat rangkaian prosesi ngaben di Bali. Ada catatan lain yaitu utk bayi yg berumur dibawah 42 hari dan atau belum tanggal gigi, jenazahnya harus dikubur. Ngabennya dilakukan mengikuti ngaben yg akan ada jika ada keluarganya meninggal.

Status kelahiran kembali roh orang yang meninggal dunia berhubungan erat dengan karma dan perbuatan serta tingkah laku selama hidup sebelumnya. Secara umum, orang Bali merasakan bahwa roh yang lahir kembali ke dunia hanya bisa di dalam lingkaran keluarga yang ada hubungan darah dengannya. Lingkaran hidup mati bagi orang Bali adalah karena hubungannya dengan leluhurnya.

Setiap orang tahu bahwa di satu saat nanti dia akan menjadi leluhur juga, yang di dalam perjalannya di dunia lain harus dipercepat dan mendapatkan perhatian cukup bila sewaktu-waktu nanti kembali menjelma ke Pulau yang dicintainya, Pulau Bali.

7 Pantai Terindah di bali

7 Pantai Terindah di Pulau Bali

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Bali merupakan Pariwisata yang diakui oleh Seluruh Dunia akan keindahan alam dan kekayaan budayanya yang sangat kental, pantai di Balipun merupakan salah satu dari 10 pantai terbaik di Dunia, dimana dan apa sajakah pantai terindah dibali ini?

Padang Bai

Pantai Padang Bai terletak di pelabuhan penyebrangan Bali – Lombok yaitu Padang Bai, pantainya cukup terjaga kebersihan dan keindahannya. Bagi pemancing dan para penyelam (diver) sangat suka dipantai ini. Karena biarpun bersebelahan dengan pelabuhan tetapi biota lautnya masih sangat terjaga dengan baik. Namun hati hati kalau mau menyelam disini, terkadang arusnya sangat kencang.

Pantai Legian dan Seminyak

Memang pantai yang terletak di utara pantai kuta mempunyai suasana yang sama dengan pantai Kuta, tetapi pantai di Legian dan Seminyak yang membedakan dengan pantai Kuta adalah kebersihan dan suasana yang tidak begitu ramai. Pantai legian dan seminyak ini merupakan tempat favorite memotret sunset saya, karena suasana sunset setiap harinya tidak pernah sama dan sangat unik.

Pantai Dreamland.

Pantai ini sangat disukai turis turis mancanegara, pasir putihnya membentang sangat luas. Dan karang karang besar memperindah pantai ini, salah satu pantai pasir putih di bali yang sangat indah dan eksotik. Hanya sayang akses ke tempat ini agak susah karena harus memasuki komplek perumahan mewah dan jalan yang sangat curam kebawah, agar berhati hati dikala musim hujan.

Pantai Sanur

Daerah sanur dan sekitarnya salah satu daerah wisata yang pertama berkembang di Bali, kita dapat merasakan suasana desa dengan kedamaian dibandingkan di daerah pantai yang lain. Semenjak direnovasi besar besaran Pantai sanur saat ini berubah menjadi pantai yang sangat cantik dan bersahabat. Banyaknya aktivitas dan resort2 yang berada didaerah sanur tersebut membuat Pantai Sanur salah satu pantai alternative yang layak dikunjungi.

Pantai Amed dan Tulamben

Pantai Amed dan Tulamben adalah pantai yang bersebelahan, hampir mirip karakter kedua pantai ini. Tetapi pantai amed masih sangat perawan dan tidak banyak turis domestic yang dating kesini. Pantai Tulamben sangat disenangi oleh para Diver yang ingin menyelam disini. Karena disini terdapat kapal perang US yang karam dan tidak terlalu dalam. Sehingga pantai ini adalah salah satu pantai yang eksotik dibali,

Pantai Lovina

Pantai yang terkenal yang terletak di utara pulau Bali, karakter pasir disini sedikit berbeda dipantai pantai bali lainnnya karena pasir hitamnya. Selain itu yang sangat terkenal di Pantai Lovina ini adalah setiap pagi kita bisa menyaksikan segerombolan Ikan Lumba – lumba yang bermain di pantai ini, untuk melihat lumba lumba ini kita bisa menyewa perahu nelayan yang bisa dipesan dihotel atau langsung ke nelayannya. Jangan lupa membawa lensa tele dan wide, karena bisa saja tiba tiba lumba lumba tersebut muncul disamping anda.

Pantai Candi Dasa

Disebelah timur Pulau Bali dan 2 perjalanan dari Denpasar anda akan menemui daerah wisata yang cukup dikenal yaitu candi Dasa, dan keindahan pantainya yang sangat memukau. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di pantai ini, salah satunya adalah snorkeling dan diving bisa anda lakukan disini.

Pantai Bali Paling Kotor

Pantai-pantai di Bali Dinilai Paling Kotor

Oleh: Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Rabu, 25/04/2012 10:54:00 WIB
Komentar: 1

Share15

Pantai Kuta yang kotor (Gede Suardana - detikNews)
Pantai Kuta yang kotor (Gede Suardana - detikNews)
Foto Selengkapnya:

Pantai Kuta yang kotor (Gede Suardana - detikNews)
Pantai Kuta (dok. AFP)
Gunung sampah di Pantai Kuta (dok. AFP)
Peselancar dunia Kelly Slater (smh.com.au)

Baru saja awal tahun ini CNN memposisikan Bali di peringkat ketiga tempat selancar terbaik di dunia. Tapi hari Minggu lalu, peselancar dunia Kelly Slater berkata pantai-pantai di Bali punya polusi terburuk yang pernah ia lihat.

Selain dianugerahi panorama yang eksotis, Bali juga jadi surga bagi peselancar kelas dunia. Uluwatu, Dreamland, Padang-padang, Kuta dan Seminyak adalah beberapa pantai tempat selancar yang tersohor hingga mancanegara. Sayangnya, pantai-pantai ini tak lagi 'perawan' seperti dulu. Bahkan di mata turis asing, pantai-pantai di Bali dinilai paling berpolusi.

Inilah yang dikatakan Kelly Slater, peselancar kelas dunia yang telah memenangkan 11 kali piala Association of Surfing Professionals. Ia mengutarakan kekhawatiran tersebut di jejaring sosial Twitter hari Minggu (22/4) lalu, seperti dikutip dari situs Sidney Morning Herald, Rabu (25/4/2012).

"If Bali doesn't #DoSomething serious about this pollution it'll be impossible to surf here in a few years. Worst I've ever seen," begitu bunyi kicauan Slater di Twitter.

Ratusan ribu followernya pun ambil suara. Ketika diminta salah satu follower untuk menguraikan bagaimana bentuk polusi tersebut, Slater menulis, "Everything. Plastic, random rubbish, medical waste/needles on beach. Disgusting. Smelly water. Really sad."

Slater juga mengutarakan kalau solusinya harus didukung banyak pihak dan industri. Slater lalu meretweet saran salah satu followernya untuk membuat film dokumenter agar mendorong pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah ini.

Hal ini tentunya meresahkan banyak pihak, termasuk juga para wisatawan. Padahal, Bali termasuk salah satu destinasi favorit para mancanegara. Baru saja awal tahun ini CNN menempatkan Bali di posisi ketiga dari 50 tempat selancar terbaik di dunia.